Teruntukmu..
Sebenarnya, aku hanya ingin berkata aku mencintaimu.Terlalu banyak rasa
yang akhirnya ku rangkai dalam satu untaian aksara, cinta. Semakin lama
semakin dalam, semakin pekat rasa itu menempel dalam angan sampai hati
yang pernah tersekat ini kembali mencuat. Kau sudah menghipnotisku
dengan senyummu, kau tidurkan aku dalam baring indahmu. Aku mengikuti
maumu, bukan sebagai pembantu atau pesuruhmu. Aku menjadi pengikut
bahagiamu.
Satu penuh jiwaku sudah mengenaimu. Sudah melekat tepat di dasar alam
bawah sadarku. Lelap maupun terjaga, kau adalah tujuanku, mimpi dan
nyataku. Jangan tanya lagi seberapa dalam aku memendammu. Bukan untuk
mengubur dan melupakanmu, aku hanya ingin memilikimu untukku sendiri,
biar kunikmati nanti sendiri.
Tidak pula untuk melupakanmu, sebab aku lupa bagaimana cara untuk
melupakanmu. Haruskah aku mencuci otakku? Haruskah kucangkok jantungku?
Haruskah di ganti hatiku? Harus bagaimana lagi? Aku benar-benar lupa,
bahkan mungkin aku memang tak tau bagaimana cara melupakanmu. Bodoh ya,
aku memang bodoh dalam urusan melupakanmu. Tapi jangan pernah sekalipun
ajari aku tentang hal melupakanmu. Akan ada penolakan besar-besaran.
Inikah yang namanya jatuh cinta? mungkin demikian. Sebab aku pernah
merasa jatuh saat di hadapmu. Jatu bukan karena terantuk batu, namun
jatuh karena aku tiba-tiba merunduk pada hatimu. Mengaduh perlahan
meminta belas kasih bukan belas kasihanmu. Berharap kau menolong hati
yang kesakitan sendiri.
Aku mencintaimu, hingga aku lupa cara melupakanmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar