teruntuk yang spesial bagiku, kamu.
perlu pertimbangan dan keberanian tersendiri untuk akhirnya menuliskan surat ini, padamu.
banyak nama yang bermunculan dalam pikiranku. ayahku..., sahabat -
sahabatku .., teman teman
SMAku..., ah, banyak! lalu nama - nama tersebut lantas berhenti, di
namamu.
well, benar itu kamu.
Dua puluh tahun dalam hidupku, aku pernah mengalami beberapa tahun
yang teramat pelik, dimana kesedihan tak henti - hentinya mencekik, dan
nyanyian cinta tak lagi terdengar menarik.
di masa itu, aku
menjalani hidupku seperti botol kosong yang mengapung - apung di
lautan. sepi, sendiri, dan tak tahu jalan. aku tak bermaksud
melebihkan, tapi kau boleh tanya, begitulah perasaan orang - orang yang
pernah rusak cintanya, dan terluka habis hatinya.
maka dari
itu, tak berlebihan jika aku memutuskan untuk memagari diriku sendiri
rapat - rapat, agar tak ada lagi siapapun yang mendekat.
lalu itu kamu, yang tetiba masuk ke kehidupanku.
kau
tunjukkan aku binar - binar bahagia, melalui sebuah pesan singkat yang
teramat biasa. kau tunjukkan aku rupa - rupa mimpi, melalui pembicaraan
kecil setiap hari. kau tunjukkan aku geliat - geliat harapan, melalui
satu dua keping perhatian. singkatnya, kau tunjukkan aku kehidupan,
hanya melalui sebuah senyuman..
dari situ kau
ajari kembali aku kilau kemilau cinta dari sisi yang lebih sederhana.
memberi aku sebuah keyakinan, bahwa tak mustahil kembali memulai apa
yang sebelumnya berderai dibungkas badai.
kau
membuat aku mengingat kembali bagaimana rasanya tertawa karena hal -
hal yang sepintas tak bermakna, bagaimana rasanya menyebutkan sebuah
nama dalam setiap doa, atau menjejali diri sendiri dengan beribu harap
dan asa.
karena hanya bersamamu, aku merasakan kembali bahagia yang meletup - letup, ah ya, hanya kaulah yang sanggup.
dan betapa hatiku berderak - derak, memainkan lagu - lagu cinta hanya karena kita berjalan bersisian..
ahh.... seharusnya ini surat cinta, bukanlah puisi atau prosa..
tapi
begitu harus menulis untukmu -bukan tentangmu- otakku lalu beku. aku
tak tau harus menulis apa, dan bagaimana. semua kata - kata bermain di
kepala, tapi hanya seperti roman - roman penuh kiasan belaka.
setelah
carut marut pembukaan yang mungkin terkesan rumit, aku hanya bisa
menulis sedikit saja untukmu -bukan tentangmu- yang kuharap dapat kau
mengerti isinya..
hai, dear?
pernah mendengar kabar bahwa aku mencintaimu?
sepertinya itu benar.
ya.., itu saja.
well, inilah dia, yang seharusnya surat cinta.
dariku,
untukmu, yang aku harapkan akan hadir, di garis akhir.
karena kau tahu? aku berniat mencintaimu tanpa tapi, dan tanpa tepi.
maka sampai jumpa, nanti! :)
with love
-Gyaannabell-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar