Sabtu, 03 Desember 2011

hanya karena dia....

"Mungkin, kaulupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu, hanya karena dia MENCINTAIMU."

Aku baru tahu ternyata kau memiliki kemampuan unik. Kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh pria-pria lainnya, membuat mata wanita bengkak karena terlalu lama menangisi sesuatu yang sempat kau sebut dengan mudah dan kau lupakan dengan mudah, cinta.

Kedatanganmu begitu sempurna, kaumembawa bekal yang katanya cinta, menghampiriku dengan janji-janji bisu yang terlihat akan kautepati. Lalu, kita mencoba untuk berjalan bersama,

Beberapa saat berlalu, Kau melupakan seseorang yang selalu berada disampingmu. Kau melupakan seseorang yang beberapa bulan terakhir bersedia menyiapkan telinganya untukmu, hanya untuk mendengar ceritamu. Kau melupakan seseorang yang menjadi pelampiasan amarahmu, yang kausakiti hatinya saat kau lelah dengan semua rutinitasmu. Kau melupakan seseorang yang berusaha meluangkan waktunya hanya untuk memastikan bahwa kesehatanmu terjaga dengan baik. Kau melupakanku yang berusaha bertahan untukmu.

Sebenarnya, aku ini kau anggap apa? Sesekali kau mengemis, sesekali kau berlaku sadis. Seringkali kau baik, seringkali kau picik. Bisakah kau berhenti menjadikanku "boneka"? Aku seperti benda mati yang bisa kau sakiti sesuka hati. Aku layaknya robot tak berperasaan yang bisa kau bodohi kapanpun kau mau.

Kali ini aku sadar, bahwa usaha "bertahan" yang kulakukan hanya kauanggap sebagai sampah. Usahaku hanya kauanggap sebagai sesuatu yang tak pantas kau hargai. Kau berubah menjadi sesuatu yang kutakuti, menjadi manusia lain yang tak pernah kuketahui.Selama mungkin aku akan tetap bertahan.

Aku hanya wanita biasa yang mencoba untuk menyadarkanmu, karena mungkin kaulupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu, hanya karena dia MENCINTAIMU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar