Membuat aku dapat mengetahui sosok yang begitu mengagumkan.
Membaca setiap susunan kata yang kamu rangkai, hingga hadirlah kamu di garis waktuku.
Bagiku, kamu adalah bintang. melebihi apapun yang ada di dunia ini .
Terimakasih, karena telah memberikan aku kesempatan berharga. Mengenalmu.
"Kojo Onoirt"
Sebuah Surat (Buat kamu, Sang Peminjam Rindu )
Hai Om Jojo ..
Apa kabar? Aku rindu kamu.
Dan rindumu yang dulu, belum kukembalikan. Jujur, itu memang aku sengaja simpan. Entah sampai kapan, sampai aku mati, hidup lagi, mati lagi, hidup lagi, dan begitu seterusnya. Aku selalu suka rasa sesak di dada, ketika rindu itu mulai bekerja.
Jika tiba waktunya bereaksi, rindu tentangmu menjelma menjadi gumpalan udara mematikan yang menyumbat aliran nafas. Menyakitkan, menyesakkan, tapi aku suka. Buatku, mati ketika menahan rindu adalah kematian yang indah. Tak jauh beda dengan kematian ketika menukar nyawa demi dia yang kita kasihi. Ah, dua-duanya selalu ingin kulakukan untukmu. Seperti kebersediaanku melakukan itu demi ibuku. Sayangnya, kesempatan sekali seumur hidup itu kusia-siakan dengan cara yang salah.
Ini baru semenit yang lalu aku bicarakan, dan sekarang rindu tentangmu mulai mengganda. Mereka bertingkah seperti amoeba. Rindu ini membelah diri, dan seakan-akan mulai menggerogoti beberapa rusukku lagi. Berkat rindu ini, mungkin kamu menjadi satu-satunya wanita yang mengambil lebih dari satu rusuk pria, sebagaimana yang dicontohkan Hawa terhadap Adam.
Kadang aku membayangkan, kita dilahirkan sebagai sepasang kembar siam. Yang menempel di dada. Kita hanya memilikki satu hati. Dan mungkin atas kebesaran Tuhan, dokter-dokter itu berhasil memisahkan kita seperti segalanya biasa saja. Tapi aku yakin, tanpa mereka tahu, hati kita berdenyut dengan ritme yang sama, dan menetralisir racun dengan kekuatan yang tak beda.
Aku selalu senang, jika memilikki kesamaan denganmu. Kenyataan-kenyataan seperti itu membuatku tambah giat mengoleksi segala perasaan yang kamu hasilkan. Entah itu rindu, cinta, sayang, bahkan luka.
Aku cuma bisa jujur terang-terangan ngasih tahu ke kamu diriku ya kayak gini apa adanya : aku cinta kamu.
Kamu itu ibarat singa yang kuat dan mandiri. Dan harusnya kamu semakin bijak. Belajar dari masa lalu dan kembali jadi raja ditengah belantara. Karena aku selalu yakin kamu bisa.
Kamu itu ibarat ikan yang bebas di lautan. Dan aku yakin kamu bisa punya kepercayaan lagi untuk lepas dari seretan ombak pasang, jangan tinggal didaratan ! Karena aku selalu yakin kamu percaya.
Kamu itu ibarat kuda liar yang gagah dan kokoh di peperangan. Jangan sampai kamu ditangkep terus dibelenggu sama kenyamanan . Apalagi berubah jadi keledai yg malas.
Karena aku slalu yakin kamu apa adanya.
Aku tahu ini harusnya jadi surat cinta dan bukan surat pendakwaan.
Aku emang bukan hakim yang bisa ngejudge kamu. Tapi cintaku, cinta yang peduli sama kamu. Cintaku cinta yang pingin ngebangun kamu. Dan kalo aku salah coba kamu buktiin ke aku kalo, kamu gak seperti yang aku tulis disini.
Di akhir surat terakhir ini, aku cuma pingin bilang. Aku selalu sayang sama kamu. Kamu akan selalu jadi bagian dari hidup aku.
Aku gak akan pernah mau apalagi bisa ngelupain aku, karena kamu itu aku.
Dan aku mau pamit sama kamu, misalnya Tuhan gak ngasih lagi waktu ke aku untuk ketemu sama kamu lagi. Aku pengen bilang “good-bye” ke kamu dengan senyuman dan aku pengen kamu tahu…
Kalo aku selalu percaya sama kamu…
Semoga kamu bisa melihat keindahan di segala sesuatu ya.
Aku yakin kamu bisa meraih mimpi-mimpi kamu.
Aku sayang kamu ..
With Love
*Gyandra*
*Gyandra*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar