Selasa, 18 Oktober 2011

Bintang Hatiku


"Bintang slalu ada disaat malam, saat kita merasa sepi. Kalo siang? Ya tetep ada, tapi di belahan dunia yg lain. Bukan berarti ngga ada kan?"

"Saat duniaku tertawa dan dipenuhi bintang, kau kadang menghilang. Tapi kau slalu ada disaat ku mrasa lemah."

"Kadang yang kita butuhkan adalah peka terhadap hal yang ada disekeliling kita. Karna kerap kali kita terlalu buta mengejar sesuatu yg kita inginkan padahal belum tentu itu yang terbaik, malah sesuatu yg telah kita miliki itu yg sebenarnya yg patut kita banggakan."

"Hari ini, aku membuka tirai jendela kamarku dan melihat begitu banyak bintang memancarkan senyum gemerlapnya. Aku hanya berdoa suatu saat, aku bisa menikmati langit ini bersamamu duduk disini dengan tangan tergenggam."

"Aku tidak sedang berpuisi, tidak sedang berdendang, cuma pengen kamu tau, sampai kemanapun kamu nyari, ga bakal ada yg bisa nyaingin tulusnya aku sayang sm kamu. Paras mungkin terkalahkan, tapi tidak hati.."

"Cuma dengan melukiskan wajahmu di langit teduh, udah bisa menarik simpul bibirku untuk tersenyum. Terimakasih untuk keteduhan yg kamu bawa ke hidup aku."

"Walau di hingar bingar pasar, yg tertangkap oleh daun telingaku cuma suara kamu. Yang berbisik lembut."

"Aku butuh kamu. Untuk jadi pelepas dahaga aku di kala air udah ga sanggup memuaskan segala kekosongan dalam raga."

"Waktu kecil, bunda sering bercerita tentang dunia dongeng dan putri2 yang pada akhirnya memiliki pujangga hatinya. Saat itu aku tidak percaya. Tapi sekarang, kamu udah ngebuktiin aku kalo dongeng itu emang di ilhami dr kisah nyata. Terima kasih udah bikin hidup aku bak di dunia dongeng."

"Kamu mungkin bukan yg pertama, tapi Tuhan tau seberapa tulus doa aku mohon supaya kamu jadi pelabuhan yg terakhir."

"Kalo aja ungkapan 'aku sayang kamu' itu harus di ungkapin dengan helaan nafas, mungkin sekarang aku udah bengek saking memburunya nafas aku.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar